}

Thursday, January 17, 2013

ADAKAH TUHAN DITENGAH-TENGAH KITA?


Bacaan :  Keluaran 17:1-7

Pendahuluan
Pertanyaan: adakah Tuhan di tengah-tengah kita? muncul dari kehidupan umat pilihan Allah ketika mereka berada dalam suatu situasi yang mengamcam kehidupan mereka. Kehausan dan tidak ada air untuk diminum telah menyebabkan bangsa Israel berkata adakah Tuhan ditengah2 kita? Pertanyaan ini juga sering muncul dalam kehidupan orang percaya ketika orang percaya berada pada situasi dimana kebutuhannya tidak terpenuhi. Kebutuhan yang tidak terpenuhi telah menyebabkan begitu banyak orang percaya terjebak dalam pertanyaan ini. Bukan karena orang percaya tidak memiliki iman, tetapi oleh karena keadaan yang mendesak, keadaan yang menghimpit, keadaan yang mencekik dan keadaan yang sulit yang menyebab kebutuhannya tidak terpenuhi. Ketika sakit tidak sembuh-sembuh, keadaan ekonomi keluarga yang tidak memadai, keadaan keluarga yang tidak harmonis, keadaan pelayanan yang tidak mengalami perkembangan dan masih banyak perkara yang lain. Ketika iman seseorang diperhadapkan dengan situasi seperti ini, kadang-kadang orang percaya akan bertanya adakah Tuhan ditengah-tegah kita?

Kebutuhan tidak dipenuhi menyebabkan bangsa Israel bertengkar dan bersungut-sungut sehingga mereka berkata adakah Tuhan ditengah-tengah mereka? Memasuki tahun 2013, tahun dimana orang-orang secara khusus paranormal dan peramal telah meramalkan bahwa pada tahun ini ada begitu banyak bencana yang terjadi yang telah membuat begitu banyak orang pesimis untuk menjalani tahun ini. Bencana banjir yang sementara terjadi di Jakarta telah melumpuhkan ekonomi dan aktifitas warga Jakarta, bahkan membuat orang-orang memilih mengungsi dari rumahnya, di samping itu kekurangan bahan makanan membuat orang-orang menderita sakit.  Namun saya mau berkata kepada kita bahwa sebagai orang percaya harus lebih harus memiliki kayakinan bahwa tahun 3013 adalah tahun pemulihan, tahun keberkatan, Tahun rahmat dan tahun sukacita. Tuhan akan mengadakan bagi diri kita, bagi keluarga kita, bagi pekerjaan kita dan tentunnya bagi pelayanan kita.
Ada tiga hal penting yang harus kita lakukan agar Allah berkenan untuk hadir ditengah-tengah kita, dan kalau Allah hadir Ia akan memberikan kekuatan, kemenangan dan pemulihan bagi kita:

1.      Perbaikilah tingkah langkahmu (Yeremia 7:3, 26:13)
Yeremia  7:3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Yeremia  26:13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. Maksud dari ayat ini ialah jika ada pertobatan maka Allah mau diam bersama-sama dengan kita. Apa yang sudah kita buat pada hari-hari sebelumnya ditahun 2012, kita harus mengakui dan meninggalkannya. Inilah kunci awal sebuah pemuliahan. II Tawarhik 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Dosa membuat kita jauh dari Allah, dosa membuat kita kehilangan kekuatan, dosa membuat kita kehilangan arah (visi) dalam hidup ini, dosa telah merusak persekuatuan, dosa merusak hubungan satu dengan yang lain, dosa menghancurkan kesatuan dan kebersamaan, dosa membuat kita kehilangan otoritas ilahi, dosa menutup pintu berkat buat kita.
Pertobatan mendatangkan pengampunan, pengampunan mendatangkan kasih karunia dan kasih karunia medatangkan pemulihan. Waktu kita bertobat Allah mengampuni kita, waktu Ia mengampuni Ia megaruniakan kasih karunia dan waktu Ia mengaruniakan kasih Karunia maka pemulihan akan terjadi. Waktu bangsa Israel bertobat Allah kembali menyayangi mereka dan memulihkan mereka, tetapi wakktu mereka kembali berbuat dosa Allah meninggalkan mereka. Jika saat ini ada hal yang perlu saudara selesaikan dengan Tuhan, selesaikanlah! Janganlah memasuki tahun ini dengan kehidupan yang tidak beres dihadapan Tuhan. Ketika kita sudah menyelesaikannya, maka ingat nasihat Tuhan kepada Joshua! Joshua1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.

2.     Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati (Amsal 3:5)
Yohanes 20:29b “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Tuhan menginginkan kita agar kita mempercayai Dia dan firmanNya dengan segenap hati kita. Mempercayai Dia yang dimaksud bukan sekedar hanya percaya bahwa Dia adalah Tuhan, tetapi meyakini bahwa Dia sanggup untuk menolong kita sekalipun kita sedang berada dalam situasi yang sulit. Mempercayai Tuhan dan firmanNya dalam kehidupan kita adalah sebuah perjuangan yang terus menerus kita perjuangkan dalam menjalani hidup ini. Sebab, mempercayai Tuhan dan firmaNya tidak selalu konstan atau stabil.
 Banyak kali orang Kristen mulai ragu akan Tuhan ketika ia berada dalam keadaan yang sulit. Iblis saat ini bekerja lebih giat untuk melemparkan dusta. Dan itu itu sudah dilakukannya pada manusia pertama Adam dan Hawa. Inilah yang dinamakan dusta ditaman Eden! Apa yang dilakukan Iblis! Ia mempengaruhi Hawa dengan memutarbalikan firman Allah sehingga Hawa mulai ragu akan firman Allah bahkan tidak mempercayai firman Allah lagi. Demikian juga yang terjadi dengan Abraham. Abraham ketika ia ditawarkan oleh Sara untuk mengawini Hagar oleh karena penantian janji Allah yang tak kunjung digenapi membuat Abrahan akhirnya pada akhirnya membuat pilihan yang salah. Demikian juga musa. Musa tidak masuk tanah kanaan karena ia tidak mempercayai firman Allah. Waktu bangsa Israel haus dan Tuhan menyuruh Musa untuk menunjuk batu itu, tetapi Musa memukul batu itu.
Bangsa Israel tidak mempercayai Tuhan dengan sungguh-sungguh sehingga mereka tidak masuk tanah kanaan. Untuk masuk tanah kanaan kita harus mempercayai Tuhan dan firmanNya dengan segenap hati. Sebab Allah kita adalah Allah yang tidak terbatas oleh apapun sekalipun itu masalah dan kelemahan kita. Dalam profesi apapun, kita harus mempercayai Tuhan dan firmanNya. Sebab Dia tidak pernah berdusta.

3.     Setia dalam mengiring Tuhan (I Samuel 12:24)
I Samuel 12:24 “Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.” Kesetiaan kita kepada Tuhan menunjukan bahwa kita sungguh2 mengasihi Dia, sebab tiak mungkin kita berkata bahwa kita mengasihi Dia tanpa adanya kesetiaan kita kepada Dia. Tuhan tidak mencari orang yang banyak bebicara tetapi tidak setia, tetapi Tuhan mencari orang-orang yang sedikit berbicara tetapi memiliki kesetiaan yang sungguh kepada Tuhan. Tuhan mau melakukan perkara-perkara yang besar melalui oang-orang yang setia.





2 comments:

Post a Comment