Advertisement

KEJUJURAN DALAM HUBUNGAN

 


Seorang pria yang jujur dan baik hati mengendarai mobil menyusuri sepanjang jalanan San Fransisco lebih dari satu jam.

 

Ia hendak menemukan seorang wanita pemilik dompet berisi uang 1.792 dolar yang tertinggal di kursi belakang taksinya.

 

Sesama sopir taksi mengolok-olok dirinya karena tidak mengambil uang itu. Ia menjawab mereka, saya adalah seorang kristiani. Apa gunanya ke gereja jika kalian tidak mempraktikkan apa yang sudah dikhotbahkan?

 

Firman Tuhan berkata, “Orang benar akan berjalan dalam kejujurannya; diberkatilah anak-anak yang mengikuti keteladannya” (Amsal 20:7).

 

Baca: Sukses Di Mata Tuhan

 

Jujur atinya punya hati yang lurus; tidak berbohong atau berkata apa adanya. Tidak curang atau mengikuti aturan yang berlaku dan tulus iklas; tidak munafik atau bermuka dua.

 

Kejujuran dalam sebuah hubungan itu sangat penting, meski kejujuran mungkin akan melukai tapi janganlah sengaja melukai dengan berkata hal-hal yang jujur.

 

Kejujuran berkaitan erat dengan kepercayaan dan kedewasaan hubungan itu sendiri. Firman Tuhan berkata “Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak” (Yakobus 5:12b). 

 

Seorang penyair Romawi abad pertama, Juneval, menulis, “Kejujuran dipuji-puji, meskipun yang berkata jujur akan mati kelaparan”.

 

Kejujuran adalah sifat Tuhan. Tuhan adalah kebenaran, dan apa yang berlawanan dengan kebenaran adalah dosa. Tuhan memerintahkan agar kita menjunjung tinggi kejujuran.

 

Baca: Ujian Kepemimpinan - John Maxwell

Kejujuran dalam hubungan sangat berkaitan  dengan kepercayaan. Jadi kalau kita tahu pasangan kita terbuka kepada kita, level kepercayaan juga akan meningkat.

Kejujuran juga sangat berkaitan dengan seberapa dewasa atau matangnya hubungan kita. Kedewasaan dalam hubungan membuat kita dapat menerima pasangan kita dengan baik.

Kalau sampai ada salah satu pasangan tidak berani terbuka, maka itu juga menunjukkan bahwa sendiri sendiri belum dewasa.

Kejujuran dimulai dengan komitmen di dalam Tuhan. Komitmen untuk mencondongkan hati kepada firman Tuhan dan taat melakukannya.

Dan komitmen untuk taat melakukan firman Tuhan membuat kita hidup dalam kebenaran. Kebenaran firman Tuhan itulah yang mengubah kita menjadi pribadi yang jujur.

Posting Komentar

0 Komentar