Advertisement

SAHABAT

 

 

Dengan telepon genggam, dewasa ini orang dapat lebih leluasa berkomunikasi ketimbang sepuluh tahun lalu. Harga telepon genggam pun semakin terjangkau.

 

Namun anehnya, penelitian menunjukkan bahwa pemakai telepon genggam rata-rata hanya menghubungi empat orang secara rutin dan intensif.

 

Padahal daftar kontaknya berisi ratusan nomor telepon. Itu berarti, walaupun ada begitu banyak kenalan, hanya segelintir orang yang dijadikan sahabat.

 

Banyak orang cenderung memilih-milih teman dalam bergaul. Akibatnya, kita kerap membuat tembok pembatas, seperti suku, budaya, status sosial, maupun agama.

 

Para murid Yesus pun semula bersikap demikian. Petrus, sebagai orang Yahudi dilarang keras berkunjung ke rumah Kornelius, orang Italia. Mereka dianggap orang kafir.

 

Baca: Dipanggil Untuk Melayani

 

Namun, pandangan Petrus segera berubah setelah Kristus menyadarkannya bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang. Jadi, ia pun pergi mengunjungi Kornelius, sebab Tuhan ingin memakainya menjadi saluran berkat bagi "orang kafir" itu.

 

Keberanian Petrus menerobos tradisi dan membangun relasi membuahkan berkat besar. Hasilnya, seisi rumah Kornelius pun diselamatkan.

 

Firman Tuhan berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

 

Allah mencintai orang-orang yang hidup di sekitar kita dan ingin telah menunjukkan cinta-Nya kepada mereka dengan memberikan Anak-Nya untuk mati buat mereka.

 

Tuhan ingin agar cinta-Nya dapat dirasakan oleh orang-orang melalui hidup kita. Tuhan mau pakai hidup kita menjadi saluran kasih-Nya.

 

Tonton: Kuasa Penucapan Syukur

 

Yesus berkata, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39).

 

Kita diminta untuk mengasihi orang lain tanpa memandang siapa dan bagaimana mereka. Kita mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

 

Tujuannya supaya kita dapat membawa mereka kepada Yesus, mengenal Yesus dan mengalami Yesus dalam hidup mereka secara pribadi.

 

Mari kita belajar mencintai yang Tuhan cintai. Coba periksa lagi daftar kontak di handphone kita. Adakah orang yang perlu dijadikan sahabat? Jika ada mulailah membangun komunikasi, Tuhan memberkati.

Posting Komentar

1 Komentar

Anonim mengatakan…
Amin.
Tuhan Yesus Kristus memberkati hamba Nya.