}

Friday, January 4, 2013

MAKNA PERSOALAN HIDUP BAGI ORANG PERCAYA


Bacaan :  Yohanes 11:1-44
“Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan 
membawa kematian,tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, 
sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”
(Yohanes 11:4)

Pendahuluan
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, setiap orang yang hidup di muka bumi ini tidak lepas dari persoalan hidup. Selama orang itu masih hidup maka ia akan terus berhadapan dengan kenyataan bahwa persoalan-persoalan selalu ada. Demikian juga halnya dengan kita sebagai orang yang percaya, siapa pun kita; baik orang tua, orang muda, anak-anak, baik yang kaya dan yang miskin, dan dari suku manapun, tidak akan lepas dari persoalan-persoalan hidup. Persoalan rumah tangga (suami, istri dan anak-anak), persoalan ekonomi, pekerjaan dan usaha, kesehatan dan masih banyak lagi yang lain, semuanya itu pernah kita alami dan mungkin saja saat ini ada sedang berjuang untuk keluar dari persoalan-persoalan itu.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, Alkitab mencatat bagaimana hamba-hamba Tuhan yang sungguh mengasihi Tuhan dan yang diurapi Tuhan, seperti Abraham, Yusuf, Musa, Daud, Ayub, Daniel dan Paulus, mereka juga ditimpa oleh berbagai persoalan hidup. Yang menjadi pertanyaan bagi kita saat ini: Apakah Tuhan memanggil kita untuk percaya kepada Dia dan kemudian Tuhan membiarkan kita begitu saja sehingga kita mengalami persoalan? Di mana pemeliharan Tuhan atas orang percaya? Maria dan Marta (keluarga Lazarus) adalah sebahagian orang yang termasuk dalam daftar kebanyakan orang percaya yang memiliki pertanyaan seperti itu. Maria dan Marta adalah orang-orang yang begitu mengasihi Tuhan!  Namun mereka juga tidak luput dari persoalan hidup. saudara yang mereka kasihi yaitu Lazarus telah mengalami sakit dan pada akhirnya meninggal. Betapa berat bagi Maria dan Marta menanggung penderitaan ini.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, mungkin saat ini kita memiliki persoalan yang berbeda dengan Maria dan Marta dan persoalan itu begitu menekan kita dan kita merasa sepertinya persoalan itu tak kunjung-kunjung selesai. Kita menjadi putus asa, kecewa  dan takut dan kita berkata kepada Tuhan mengapa semuanya terjadi di dalam hidup saya? Melalui firman Tuhan ini kita akan mengerti bahwa Allah sedang berbicara kepada setiap orang percaya melalui persoalan-persoalan yang di alami. Ada sesuatu yang sangat penting dibalik setiap persoalan itu.

Isi khotbah
Ada tiga makna penting di balik persoalan-persoalan yang kita hadapi : 
1.    Persoalan yang kita alami akan menyatakan kemuliaan Tuhan (ayat 4).   
 Dalam Yohanes 11:4, menyatakan: “Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, ketika Yesus mendengar kabar bahwa Lazarus dalam keadaan sakit (dalam keadaan sekarat), dengan tegas Yesus  berkata penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemulian Allah. Dengan kata lain persoalan-persoalan yang engkau hadapi saat ini tidak akan menghancurkan engkau, tidak akan membahayakan engkau dan tidak akan membinasakan engkau, tetapi melalui persoalan itu kemuliaan Allah dinyatakan.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, berbicara mengenai kemuliaan Allah dalam hubungannya dengan persoalan hidup kita, maka kita sedang berbicara tentan dua hal: Pertama, berbicara tentang Sekkinah Allah (Awan kemuliaan, hadirat Allah). Sekkinah Allah menunjukan kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan orang-orang percaya, ditengah-tengah umat yang menyembah dan memuji Dia. Ini berarti Allah ingin menyatakan bahwa Dia benar-benar hadir dan selalu ada di tengah-tengah persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang yang mengasihi Dia. Banyak kali kita sebagai orang percaya ketika kita menghadapi persoalan yang berat kita mulai ragu, mulai bimbang dan mulai putus asa dan kita menganggap bahwa Allah begitu jauh dari hidup kita.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, saya mau katakan hari ini kepada saudara bahwa Allah tidak pernah jauh dari hidup saudara, Allah tidak pernah meninggalkan saudara sekalipun saudara berada di dalam kesesakan, Allah selalu hadir untuk mendampingi saudara.
Kedua, berbicara tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan ajaib (mujizat). Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, Allah memakai persoalan kita untuk mendemonstrasikan Kuasa-Nya yang besar bagi orang yang percaya kepada Dia. Dalam Ayat 39, Yesus berkata, “Angkatlah batu itu.” Apa yang terjadi dengan Lazarus? Lazarus sudah mati selama 4 hari dan ia sudah berbau. Ini menunjukan kondisi yang tidak mungkin untuk Lazarus dapat hidup, oleh karena seluruh tubuhnya telah rusak. Tidak pernah ada peristiwa orang yang sudah mati 4 hari dapat bangkit, selain dari Lazarus. Kebangkitan Lazarus adalah hal yang mustahil. Mustahil bagi manusia, tapi tidak mustahil bagi Tuhan.
Ayat 43, Yesus berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar.” Yesus berkata dengan otoritas untuk memerintahkan Lazarus keluar dari kematian dan menyuruh Lazarus keluar dari kuburnya. Dan saat itu juga Lazarus bangkit dari kematian dan keluar dari kubur, kemuliaan Allah dinyatakan saat itu juga.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, mungkin engkau sudah lama menderita, mungkin engkau berada dalam tekanan orang lain akibat utangmu, mungkin engkau menderita sakit yang parah dan belum sembuh, mungkin engkau bergumul dengan usahamu yang semakin hari semakin tidak berkembang, mungkin engkau bergumul dengan suamimu, istrimu dan anak-anakmu dan engkau merasa sangat berat dan engkau berkata tidak mungkin masalah ini dapat diselesaikan.   Saya mau berkata kepadamu bahwa firman Allah menyatakan apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah, apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Tuhan.  Karena melalui persoalan hidupmu Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya, mujizat-Nya di dalam dirimu saat ini juga.

2.    Persoalan yang kita alami akan membuat kita belajar percaya kepada Allah (ayat 14-15).
Dalam Yohanes 11:14-15, mengatakan: “Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, dalam ay. 3, Maria dan Marta mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang engkau kasihi sakit.” Dalam ayat ini dan ayat 5, 33, & 35 menunjukkan bahwa Yesus sangat mengasihi keluarga ini dan bahkan orang lain yang menyaksikkan hal itu mengakuinya, dalam ayat 36 berkata, “Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tapi apa yany Yesus lakukan, Yesus tidak langsung menemui Lazarus  dan menolongnya, tetapi Ia sengaja menunda keberangkatan-Nya selama dua hari, ini terdapat dalam ayat 6, “Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;...”
Mengapa Yesus menunda kedatangan-Nya untuk menolong keluarga ini? Mungkin tindakan Yesus bagi murid-murid dan keluarga Lazarus menujukkan bahwa Yesus kurang memperhatikan dan mempedulikan penderitaan meraka. Jawabannya ialah: ay.14-15, yaitu: Yesus sengaja menunda kedatangan-Nya dengan suatu kebaikan yaitu untuk memperkuat iman keluarga itu dan murid-murid-NyaYesus mau agar murid-murid-Nya dan keluarga Lazarus dapat belajar percaya kepada-Nya.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, Allah sedang memakai persoalan yang kita alami untuk membuat kita belajar percaya dan bergantung kepada Dia sepenuhnya. Allah sedang melatih kita apakah kita masih tekun di dalam iman kepada Dia ataukah kita semakin meninggalkan Dia. Mungkin kita sudah berdoa dan meminta Tuhan untuk menolong kita, tapi seakan-akan tidak ada jawaban,  itu bukan berarti Allah tidak mempedulikan kita tetapi itu menujukan bahwa Allah tahu waktu yang tepat untuk menolong kita. Dialah Allah yang Mahatahu dan Dia Allah yang Mahakuasa, Dia tidak pernah terlalu cepat untuk menolong kita dan Dia tidak terlambat untuk menolong kita. Dia selalu tepat pada waktu-Nya untuk menolong kita.
Yang perlu kita lakukan ialah tetap percaya kepada Dia sekalipun tantangan dan persoalan melanda hidup kita, sekalipun badai menimpa hidup kita kita harus tetap yakin bahwa Allah bersama-sama dengan kita. Seperti Daud berkata dalam Mazmur 91:7, Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” Dan dalam Mazmur 55:23, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” Tuhan memerintahkan kita menyerahkan persoalah kita kepada Dia, kita tidak perlu kuatir sebab Dia yang memelihara kita dan Dia akan membuat kita tetap kuat menghadapi semua persoalan hidup.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, apapun gunung persoalanmu hari ini, jikalau engkau mempunyai iman sebesar biji sesawi maka engkau akan berkata kepada gunung persoalanmu terangkatlah dan tercampaklah ke laut, maka itu akan terjadi. Oleh imanmu masalahmu akan selesai, oleh imanmu penyakit akan sembuh, oleh iman rumah tanggamu akan dipulihkan, oleh imanmu usahamu diberkati dan oleh imanmu segala persoalanmu diselesaikan.

3.    Persoalan yang kita alami menjadi momentum untuk kita kembali dekat dengan Tuhan (Ayat 32).
Dalam Yohanes 11:32, mengatakan: “Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, dari ayat ini kita melihat bahwa Maria tersyungkur di kaki Tuhan. Ini menyatakan ketidaksanggupan Maria dalam menghadapi persoalan dialaminya. Oleh sebab itu, Maria benar-benar berserah penuh dan hanya bergantung kepada pertolongan Tuhan saja. Ia hanya memandang kepada Tuhan saja dan percaya bahwa Tuhan sanggup menolongnya. Melalui masalahnya, yaitu kematian Lazarus saudaranya membuat Maria dekat dengan Tuhan
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan juga memakai masalah untuk membuat kita dekat dengan diri-Nya. Kadang-kadang disaat kita mengalami berkat Tuhan dan hidup kita begitu aman; ekonomi baik, pekerjaan baik, rumah tangga baik, kesehatan baik dan keluarga baik, semuanya itu kadang membuat kita lupa akan Tuhan dan kita mulai meninggalkan Tuhan. Dengan masalah Tuhan menyadarkan kita agar mata kita tetap kapada Dia. Hati kita tetap pada Dia. Dia menghendaki agar kita tetap dekat denganNya.
Ada sebuah ilustrasi. Ada seorang pria yang tidur dalam pondoknya. Pada suatu malam tiba-tiba kamarnya dipenuhi oleh cahaya dan Sang Juru Selamat muncul. Tuhan bersabda kepadanya bahwa Ia memiliki suatu pekerjaan baginya, dan memperlihatkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan agar pria itu mendorong batu itu sekuat tenaganya. Itulah yang dilakukan oleh pria itu hari demi hari. Selama beberapa tahun, ia bekerja dari matahari terbit sampai terbenamnya. Permukaan kasar dari batu yang tidak bergerak itu didorongnya sekuat tenaganya.
Setiap malam pria itu kembali ke pondoknya dengan penuh luka dan kelelahan. Merasakan bahwa sehari penuh dilaluinya dengan percuma. Melihat pria itu penuh dengan kekecewaan, setan memutuskan untuk masuk ke dalam pikiran pria itu. “Kamu telah mendorong batu itu cukup lama, dan batu itu tidak bergeser sedikit pun. Mengapa kau masih melakukan hal itu? Kamu tidak akan pernah memindahkan batu itu.”
Hal itu membuat pria itu mendapat kesan bahwa pekerjaan yang dilakukannya itu adalah suatu hal yang tidak mungkin dan ia adalah seorang pecundang. Pikiran itu mengecilkan hati dan membuay pria itu menjadi menyerah. “Mengapa aku melakukan hal ini?” pikirnya. “Semestinya aku melakukannya sebentar saja dari waktuku dan memberikan usaha yang seadanya. Pasti itu sudah cukup.” Kemudian ia merencanakan untuk melakukannya sampai suatu hari ia memutuskan untuk berdoa dan menyampaikannya kepada Tuhan. “Tuhan,” ia berdoa. “Aku telah bekerja keras lama sekali, mengeluarkan seluruh tenagaku seperti yang Kau sabdakan. Tetapi, selama ini aku belum menggeser batu ini satu milimeter pun. Apa yang terjadi? Kenapa aku gagal?”
Tuhan menjawabnya dengan penuh kasih, “Anakku, ketika Aku minta kamu untuk melayani-Ku dan kau terima, Aku katakan padamu untuk mendorong batu itu dengan sekuat tenagamu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekali pun Aku menyebutkan padamu untuk memindahkan batu itu. Tugasmu adalah untuk mendorong. Sekarang kau datang padaKu dan berpikir bahwa kau telah gagal. Kekuatanmu terbuang percuma. Tetapi, apakah itu benar? Lihat dirimu sendiri. Tangan berotot dan kekar. Punggungmu kuat. Tanganmu keras. Kakimu juga kokoh. Di balik semuanya itu, kau telah banyak bertumbuh dan berkembang. Kemampuanmu sekarang telah melewati apa yang dulu kau miliki. Meski kau tidak memindahkan batu itu, tetapi panggilan tugasmu adalah untuk taat dan mendorong batu itu serta melatih imanmu terhadapKu. Semua itu telah kau lakukan. Oleh karena itu, anakKu, Aku sendiri yang akan memindahkan batu itu.”

No comments:

Post a Comment