Advertisement

HARGA DIRI


Pada tahun 75 SM, seorang bangsawan muda Romawi bernama Julius Caesar diculik oleh bajak laut dan baru akan dilepaskan dengan tebusan.
 
Ketika bajak laut itu meminta tebusan sebesar 20 talenta perak. Caesar pun tertawa dan menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak tahu siapa dirinya.  

Ia mendesak mereka untuk menaikkan harga tebusannya menjadi 50 talenta perak! Mengapa? Karena Caesar yakin bahwa harga dirinya jauh lebih tinggi daripada 20 talenta perak.

 

Alangkah berbedanya ukuran yang digunakan Caesar secara arogan untuk menilai dirinya dengan ukuran yang digunakan Allah untuk menilai setiap diri kita.

 

Apa sesungguhnya harga diri itu? Harga diri itu adalah kesadaran terhadap berapa nilai yang diberikan atau dihargai kepada diri sendiri.

 

Baca juga: Nama Baik

 

Ada yang menilai dirinya dengan materi atau kekayaan, ada yang menilai dirinya dengan pendidikan, ada yang menilai dengan pangkat atau kedudukan.

 

Dan pada umumnya manusia menilai dirinya dengan keakuannya, dengan dalih aku adalah aku, aku terhormat, aku harus dihargai dan lain sebagainya.

 

Orang-orang seperti ini akan mudah terluka kalau direndahkan oleh siapa pun. Mereka biasanya menuntut untuk dapat dihargai oleh orang lain.

 

Harga diri bertalian dengan perasaan, sebab ketika nilai yang diberikan orang kepada dirinya tidak seperti yang diharapkan maka ia akan tersinggung atau terluka karena merasa direndahkan.

 

Kita harus tahu bahwa harga diri kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki atau pun apa kata orang dan dunia tentang kita. 

 

Harga diri kita ditentukan oleh apa kata Tuhan dan apa yang sudah Tuhan lakukan bagi kita.

 

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (1 Petrus. 1:18-19).

 

Baca juga: Pengendalian Diri

 

Allah begitu mengasihi kita sehingga Dia rela menyerahkan Anak-Nya untuk mati disalib dan bangkit dari kematian untuk menebus dan menyelamatkan kita. Itulah harga diri kita di mata-Nya.

 

Oleh sebab itu, jangan lagi menaruh harga diri kita pada hal-hal duniawi. Dan jangan lagi menaruh harga diri kita pada apa kata orang.

 

Hargailah diri kita sendiri seperti Tuhan memandang dan memperlakukan kita. Kita sangat berharga di mata Tuhan!

Posting Komentar

0 Komentar