Advertisement

PENYEBAR KEBENARAN


Beredarnya berita palsu atau yang disebut hoax telah menjadi salah satu persoalan serius akhir-akhir ini. Pemerintahan menyatakan keseriusannya terhadap penyebaran berita bohong tersebut.

Penyebaran berita ini tidak lepas dari perkembangan dunia internet, khususnya media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Line, Telegram dan Instagram.

Berdasarkan laporan digital tahunan yang dikeluarkan oleh We are Social dan Hootsuite pada Januari 2018, pengguna Facebook masih mendominasi dua per tiga dari seluruh media sosial yang ada.

Masih menurut sumber yang sama, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 130 juta akun aktif. Hal ini berarti Indonesia menduduki peringkat ke-empat di dunia setelah India, Amerika dan Brasil.

Baca: Pemurnian Di Akhir Zaman

Firman Tuhan berkata, “Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar” (Keluaran 23:1).

Berbohong dengan alasan apa pun adalah salah, terlebih ketika kita menyebarkannya maka kebohongan akan menjadi sebuah kejahatan di mata Tuhan.

Jika orang di luar Tuhan terbiasa menyebarkan berita bohong, maka hal ini tidak boleh dilakukan oleh kita sebagai umat-Nya.

Kebohongan yang disebarkan tentang seseorang akan menjadi fitnah yang keji jika orang itu tidak melakukan seperti berita yang disebarkan.

Tuhan sudah berfirman: “Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN” (Imamat 19:16). 

Baca: Pancarkan Terang Tuhan

Banyak persahabatan yang sudah terjalin akhirnya hancur karena fitnah. Banyak rumah tangga retak dan hancur karena fitnah. Juga, banyak usaha, cita-cita terhambat dan gagal karena fitnah.

Termasuk banyak gereja berselisih, bahkan sampai bertikai karena fitnah. Konflik SARA yang terjadi di negeri kita juga disebabkan oleh fitnah.

Untuk itu kita harus memegang teguh prinsip Firman Tuhan dengan tidak melakukan apa yang lazim di mata semua orang, tetapi melakukan apa yang benar di mata Tuhan.

Sebagai orang percaya, kita harus bisa bijak dalam meresponi informasi yang kita dapatkan, agar kita tidak tersesat dan terjebak dalam berita yang negatif.

Jadilah penyebar kebenaran dan bukan kebohongan, agar Tuhan dimuliakan dan orang lain diberkati melalui berita yang kita sebarkan.

Posting Komentar

1 Komentar

Kabar Sorgawi mengatakan…
Amin, renungan yang memberkati.